Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST. (foto : istimewa)

MEDAN TOP – Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta
mempertimbangkan dengan matang wacana buka sekolah di Juli 2021. Wacana yang dilontarkan
Presiden Joko Widodo usai vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan guru, beberapa
waktu lalu, harus dipikirkan dengan mantap.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST menjelaskan
hingga kini seluruh kecamatan di Kota Medan masuk dalam zona merah. Edaran yang
diterbitkan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pun menyatakan Kota Medan belum layak
sekolah tatap muka.

“Makanya, kita minta Pemko Medan melakukan kajian epidemiologi
terkait perkembangan Covid-19 di sini. Karena melihat kondisi saat ini, kalau
bisa jangan lakukan (sekolah tatap muka),” ucap dia, Senin (1/3/2021).

Dijelaskan Sudari, kalau dilihat saat ini, ada sekitar 1.200
masyarakat Medan yang terkonfirmasi Covid-19. Saat ini, lanjut dia, sebanyak
1.200 pasien di ruang isolasi berjuang melawan virus yang sudah lebih dari
setahun menyebar di dunia ini. “Hingga kini pun, grafik penyebaran pandemi
belum menandakan penurunan,” terangnya.

Jikapun nanti kegiatan luring atau sekolah tatap muka tetap
dilaksanakan. Sudari berharap Dinas Pendidikan Kota Medan menyiapkan model
pembelajaran yang cocok terlebih dahulu. Sehingga tidak menggangu perkembangan
anak didik.

Contohnya, sambung Sudari, kepada anak kelas 1 SD. Anak-anak
yang jika pembelajaran luring dilakukan pun cukup sulit mengajarnya. Harus
dibuat modul pembelajaran yang benar-benar bisa ditangkap anak dengan mudah.
Termasuk juga orangtua.

“Lantaran di masa seperti saat ini, peran serta orangtua benar-benar
diperlukan untuk mengajar di rumah. Karena mereka (anak-anak didik), sedang
masa pengenalan huruf dan angka,” tuturnya.

Sehingga, dengan metode pembelajaran baru yang akan
dilakukan saat pandemi Covid-19, anak-anak didik kelas 1SD, benar-benar dipastikan
bisa membaca dan menulis.

Sudari mengatakan walau kini banyak sekolah swasta yang
sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka. Namun dirinya belum ada
mendengar laporan sekolah negeri melakukan luring.

“Makanya, agar wacana presiden bisa dijalankan, Disdik
(Dinas Pendidikan) harus buat metode yang benar,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Sudari juga mengapresiasi rencana Wali
Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution untuk vaksinasi tenaga pengajar
sebelum luring. Menurutnya, dengan vaksinasi tenaga pengajar minimal 70 persen,
bisa menurunkan tingkat penularan.

“Itu langkah yang baik. Karena mereka bakal berhadapan
dengan peserta didik. Ini memang ide yang tepat Sepakat lah kita dengan usulan
ini,” pungkasnya. (RED04)

 

 

 



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here