Presiden Jokowi didampingi Dirut Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau Gudang Bulog, Maret tahun lalu.(Foto: Istimewa)

MEDAN TOP –  Stok Cadangan Beras
Pemerintah (CBP) mencapai batas aman yaitu satu juta ton. Peningkatan cadangan
tersebut setelah hampir sebulan penuh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memantau
pelaksanaan penyerapan gabah beras petani pada musim panen raya tahun ini.

“Setelah
berminggu-minggu semua Direksi Bulog turun ke sawah untuk memantau dan
memastikan penyerapan produksi petani dalam negeri, per hari ini stok beras
Bulog sudah tembus satu juta ton”, kata Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi
Waseso, Selasa (30/3/2021)

Budi Waseso
menjelaskan, realisasi penyerapan yang dilakukan Bulog sampai dengan akhir Maret
tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Per 26 Maret
ini Bulog sudah menyerap sebanyak lebih dari 180 ribu ton setara beras produksi
dalam negeri dari seluruh Indonesia.

“Serapan harian
Bulog tahun ini, rata-rata sudah mencapai 10 ribu ton per hari, dan akan
cenderung meningkat lagi dalam beberapa minggu ke depan,” urainya.

Tim Terpadu Gerakan
Serap Gabah Petani (GSGP) Kementerian Pertanian bersinergi dengan Bulog
serta stakeholder lainnya juga terus mengawal panen dan
penyerapan hasilnya pada panen raya padi periode Maret-April 2021 yang
berlangsung di seluruh daerah.

Sebelumnya, Presiden
RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa beras hasil panen petani akan diserap
oleh pemerintah melalui Bulog.

“Saya pastikan beras
petani akan diserap oleh Bulog dan saya akan segera memerintahkan Menteri
Keuangan agar membantu terkait anggarannya,” ujarnya.

Jokowi juga
memastikan tidak akan ada beras impor yang masuk ke Indonesia sampai
pertengahan tahun ini. Ditambahkannya, Indonesia bahkan sudah tidak mengimpor
beras hampir tiga kali tahun ini.

“Saya pastikan bahwa
sampai bulan Juni 2021, tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita,
Indonesia,” tegasnya.

Jokowi pun meminta
agar polemik seputar impor beras tersebut dihentikan karena dapat mempengaruhi
harga gabah di tingkat petani.

“Saya tahu kita
memasuki masa panen dan harga beras di tingkat petani belum sesuai yang
diharapkan. Oleh sebab itu, saya minta segera hentikan perdebatan yang
berkaitan dengan impor beras. Ini justru bisa membuat harga jual gabah di
tingkat petani turun atau anjlok,” tegasnya. (RED03)



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here