FSPMI Sumut dampingi 21 buruh perempuan yang dipecat PT Lonsum. (Foto: Istimewa)

MEDAN TOP – PT London Sumatera
(Lonsum) Kebun Rambung Sialang Estate di Kabupaten Serdang Bedagai diduga
memecat sebanyak 21 orang buruh perempuan yang bekerja di perusahaan itu. Tak
hanya itu, para pekerja juga digugat ke sebesar Rp2 miliar ke Pengadilan
Hubungan Industrial (PHI) Medan.

Ketua Dewan Pimpinan
Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (DPW FSPMI) Sumut,
Willy Agus Utomo mengatakan
ke 21 buruh perempuan tersebut merupakan
anggota PUK SPAI FSPMI di PT Lonsum Kebun Rambung Sialang Estate.

Semuanya memiliki masa kerja paling 10 – 15 tahun. Kemudian,
dengan alasan habis kontrak, pada awal Januari 2020 PT Lonsum melakukan PHK
sepihak tanpa memberikan pesangon apapun kepada para buruh.

“Berdasarkan hal tersebut kami melalui PUK dan Konsulat
Cabang FSPMI Kabupaten Serdang Bedagai melakukan upaya advokasi dengan
mengadukan PHK 21 orang buruh perempuan tersebut ke Mediator Dinas Tenaga Kerja
Kabupaten Serdang Bedagai untuk perjuangkan hak buruh,“ kata Willy, Selasa
(30/3/2021).

Setelah dilakukan proses sidang mediator di Disnaker Sergei,
akhirnya April 2020 pegawai Mediator Disnaker mengeluarkan anjuran yang isinya
agar PT Lonsum mempekerjakan kembali dan atau membayar pesangon dua kali
ketentuan UU Ketenagakerjaan terhadap para buruh yang di PHK.

“Berdasarkan anjuran Disnaker tersebut, FSPMI tetap meminta
itikad baik PT Lonsum agar mempekerjakan ke 21 orang buruh, akan tetapi hingga
setahun lebih tidak ada jawaban dari perusahaan,” ungkap Willy.

Justru kata Willy, para buruh dikagetkan dengan gugatan PT
Lonsum di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Medan. Di mana ke 21 buruh ini
dipisah menjadi dua gugatan yakni 18 orang buruh dengan No Perkara :
11/Pdt.Sus.PHI/2021/PN Mdn. Dan 3 orang buruh dengan No Perkara :
12/Pdt.Sus.PHI/2021/PN Mdn.

“Dalam kedua gugatan itu, selain tidak mengakui itu pekerja,
Pihak PT Lonsum justru menuntut ganti rugi membayar honor pengacara PT Lonsum,
dan membayar kerugian material perusahaan sebesar Rp1 miliar untuk masing
masing gugatannya, sangat kejam sekali,” terang Willy.

Willy mengatakan akan melakukan aksi solidaritas buruh Sumut
di Kantor Pusat Lonsum di Medan atas dugaan perbuatan yang tidak manusiawi ini.
Dia berharap Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut dapat menurunkan Tim Pengawasan
Ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti laporan FSPMI Sumut terkait pelanggaran
UU Ketenagakerjaan dan dugaan pemberangusan serikat pekerja di PT Lonsum yang
sudah lama dilaporkan para buruh. (RED03)



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here